Sebelum saya menceritakan sedikit kehidupan saya, izinkan saya untuk meruraikan air mata (T_T huhuhuhu). Selesai..... Ceritanya memang tidak jauh topiknya tentang SNMPTN dan sejenisnya. Yah, memang hal inilah yang membuat hati saya deg-degan dan serasa mati rasa memikirkannya.
Setelah melihat-lihat kunci jawaban dari internet, ternyata banyak sekali salahnya. Oh, tidak! Walaupun ada jawaban yang lupa isinya yang mana, tetapi tetap saja tidak memenuhi passing grade yang dikeluarkan oleh bimbel yang saya ikuti. Tadinya saya tidak mau mengecek ulang jawaban yang saya pilih, tetapi karena penasaran saya jadi melakukan cek ulang. Memang agak miris juga melihatnya. Setelah menggabungkan nilai madas, indo, inggris, matematika ipa, fisika, kimia, dan biologi, ternyata hanya 15% yang bisa saya dapat. Untuk TPA, saya hanya mengerjakan 50 soal dari 75 soal. Jika betul semua, nilai yang saya dapat adalah 20%. Tetapi itu sedikit mustahil dikarenakan soal TPA yang terbilang sulit. Jadi, jika saya hanya mendapatkan 15%, jumlahnya 30% dan itu tidak masuk pada pilihan kedua juga. Oh, tidak!
Saya hanya bisa berdoa kepada Allah. Walaupun saya ingin sekali kuliah di UI, tetapi ini untuk jaga-jaga. Untuk masuk UI pun kesempatannya cuma 1,77% dan 2,09%. Maksudnya setiap 100 orang peserta, hanya ada 1 dan 2 orang yang diterima. Sedangkan kuotanya juga hanya sekitar 11-13 orang. Waduh! It's so hard! Hanya tekad yang kuatlah yang bisa melawan kesulitan ini.
Entahlah, apakah orang lain memikirkan apa yang saya pikirkan. Saya berpikir apakah saya bisa kuliah tahun ini? Ah tidak, kata-kata ini terlalu ekstrem. Apakah saya bisa diterima di PTN? Hmm, pertanyaan ini sesuai dengan apa yang saya pikirkan sekarang. Mungkin saya tidak sejenius para ilmuwan dan tidak sekeras usaha Einstein, tetapi saya memiliki cita-cita yang harus saya gapai. Walaupun menurut Einstein bahwa kesuksesan itu adalah 1% bakat dan 99% usaha, saya cukup 70% usaha dan 29% lucky/doa. Miris juga ternyata. Tetapi apakah itu berarti tidak percaya pada usaha yang kita lakukan??
Kalau secara logika sih iya.
Saya hanya bisa berdoa kepada Allah. Walaupun saya ingin sekali kuliah di UI, tetapi ini untuk jaga-jaga. Untuk masuk UI pun kesempatannya cuma 1,77% dan 2,09%. Maksudnya setiap 100 orang peserta, hanya ada 1 dan 2 orang yang diterima. Sedangkan kuotanya juga hanya sekitar 11-13 orang. Waduh! It's so hard! Hanya tekad yang kuatlah yang bisa melawan kesulitan ini.
Entahlah, apakah orang lain memikirkan apa yang saya pikirkan. Saya berpikir apakah saya bisa kuliah tahun ini? Ah tidak, kata-kata ini terlalu ekstrem. Apakah saya bisa diterima di PTN? Hmm, pertanyaan ini sesuai dengan apa yang saya pikirkan sekarang. Mungkin saya tidak sejenius para ilmuwan dan tidak sekeras usaha Einstein, tetapi saya memiliki cita-cita yang harus saya gapai. Walaupun menurut Einstein bahwa kesuksesan itu adalah 1% bakat dan 99% usaha, saya cukup 70% usaha dan 29% lucky/doa. Miris juga ternyata. Tetapi apakah itu berarti tidak percaya pada usaha yang kita lakukan??
Kalau secara logika sih iya.
Sudah berbulan-bulan lamanya saya tidak ngeblog lagi membuat saya jadi kangen sekali... Inilah waktu yang sangat baik buat blogging kembali. Karena saya sedang menunggu sebuah kepastian dimanakah saya akan melanjutkan pendidikan saya. Saya sudah mencoba melalui jalur SNMPTN undangan dan hasilnya adalah gagal. Secara akademis, nilai-nilai yang saya miliki tidak terlalu buruk tetapi tetap saja kalah bersaing untuk mendapatkan kursi di ITB. Saya memang tidak memikirkannya matang-matang. Bahkan untuk SNMPTN tulis juga saya merasa sedikit gimana...gitu. Saya tidak berani mengambil resiko memilih ITB lagi, melainkan IPB yang saya pilih dengan jurusan yang sangat berbeda sekali layaknya monyet dan ikan (emang beda banget kan...). Seperti para ninja konoha yang tidak kenal menyerah (cieeh), saya pun mencoba Smup dan SIMAK UI (belum daftar). Dari sekarang saya kembali berkecimpung dengan buku-buku soal SIMAK. Soalnya Smup tidak ada tes tulisnya sedangkan SIMAK ada jadi saya belajar dari soal-soal SIMAK. Lumayan mantap soalnya menurut saya (dibaca: susah). Walaupun terasa sedikit pesimis karena kuotanya kecil sekali antara 11-13 orang, saya tidak boleh menyerah.
Orangtuaku berkata bahwa kita jangan takut sebelum rintangannya ada di depan mata (maknanya). Saya yang sekarang merasa demikian setelah mendapatkan arti dari perkataan tersebut. Karena setiap masalah harus diselesaikan dan dihadapi bukan dipermasalahkan dan diabaikan. Pesimis memang sering menghantam hati kita. Tetapi itu bukan suatu pertanda bahwa kita akan gagal, melainkan rasa yang harus dilawan oleh rasa optimis. Tes tulis adalah media peperangan kita. Pada saat itu kita tidak boleh memikirkan akan lulus atau tidak. Seharusnya kita memikirkan jalan yang harus kita gunakan untuk menyelsaikan tes yang tengah kita hadapi. Pada saat peperangan pun jika kita lengah sedikit saja, kita akan tertembak dan mati.
Eits, kita juga jangan melupakan faktor X, yaitu faktor penghambat dan faktor pendukung. Untuk faktor penghambat bisa datang dari orang lain, kita, maupun alam. Misalnya saja jika kita sakit, kita pasti akan mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal. Apalagi jika ketika kita bersin mengenai lembar jawaban. Mampus deh... Untuk faktor pendukung adalah sama sumbernya dari faktor penghambat. Percaya atau tidak pikiran kita memengaruhi hampir segala aktifitas yang kita akan jalani. Maksudnya?? Maksudya adalah ketika kita merasa gagal, maka akan gagal. Ketika kita berfikir akan jatuh, maka terjatuh. Hanya keberuntunganlah yang akan menggagalkannya. Keberuntungan itu datang karena KESIAPAN BERTEMU DENGAN KESEMPATAN. Tahu kan maksudnya?
Kita juga jangan melupakan untuk berdo'a dan berusaha. Mintalah restu orang tua sebelum tes. Kalau kita ragu mendingan jangan dilakukan deh. Tetapi kalau ragu tapi yakin, ambillah kesempatan itu. Karena nanti kita akan menyesal jika melewatinya. Keep fighting :)!
Orangtuaku berkata bahwa kita jangan takut sebelum rintangannya ada di depan mata (maknanya). Saya yang sekarang merasa demikian setelah mendapatkan arti dari perkataan tersebut. Karena setiap masalah harus diselesaikan dan dihadapi bukan dipermasalahkan dan diabaikan. Pesimis memang sering menghantam hati kita. Tetapi itu bukan suatu pertanda bahwa kita akan gagal, melainkan rasa yang harus dilawan oleh rasa optimis. Tes tulis adalah media peperangan kita. Pada saat itu kita tidak boleh memikirkan akan lulus atau tidak. Seharusnya kita memikirkan jalan yang harus kita gunakan untuk menyelsaikan tes yang tengah kita hadapi. Pada saat peperangan pun jika kita lengah sedikit saja, kita akan tertembak dan mati.
Eits, kita juga jangan melupakan faktor X, yaitu faktor penghambat dan faktor pendukung. Untuk faktor penghambat bisa datang dari orang lain, kita, maupun alam. Misalnya saja jika kita sakit, kita pasti akan mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal. Apalagi jika ketika kita bersin mengenai lembar jawaban. Mampus deh... Untuk faktor pendukung adalah sama sumbernya dari faktor penghambat. Percaya atau tidak pikiran kita memengaruhi hampir segala aktifitas yang kita akan jalani. Maksudnya?? Maksudya adalah ketika kita merasa gagal, maka akan gagal. Ketika kita berfikir akan jatuh, maka terjatuh. Hanya keberuntunganlah yang akan menggagalkannya. Keberuntungan itu datang karena KESIAPAN BERTEMU DENGAN KESEMPATAN. Tahu kan maksudnya?
Kita juga jangan melupakan untuk berdo'a dan berusaha. Mintalah restu orang tua sebelum tes. Kalau kita ragu mendingan jangan dilakukan deh. Tetapi kalau ragu tapi yakin, ambillah kesempatan itu. Karena nanti kita akan menyesal jika melewatinya. Keep fighting :)!
mata ini terasa berat. Untuk bangun pagi pun susah sekali. "Buku mana yang harus kubaca terlebih dulu?" tanyaku dalam hati. Aku pun berteriak. Dikarenakan ga bisa teknik scream, suara yang dihasilkan pun tidak semerdu dan seenak Chester. Kebanyakan dari teman saya serius sekali di sekolah, tetapi ga tau juga sih. Aku merasa kesiapanku kurang dalam menghadapi ujian. Baiklah, hati ini sudah teguh. Mata ini sudah mengecil sambil mengerutkan dahi. Lalu berkata, aku siap! Aku pasti bisa! Akan kukorbankan segalanya! Bismillahirrahmanirrahim
Hari ini saya tidak bisa online lewat komputer, jadi posting di blog pun lewat hp. Saya memposting artikel ini karena geregetan banget tentang laser. Setelah browsing ke banyak situs, saya melihat di okezone tentang berita laser ketika AFF Cup. Setelah membaca, ternyata yang pertama kali menggunakan laser adalah oknum dari pendukung Indonesia. Saya pun mencoba melihat di youtube walaupun tidak jelas karena dengan hp, sinar laser tersebut mengenai wajah kiper dari Malaysia. Saya sendiri juga cukup tercengang. Hikmah yang kita bisa diambil adalah janganlah kita mencap seseorang/keluarga/klub/grup/negara itu jelek, karena bisa saja kita lebih hina. Atas nama pribadi saya mohon maaf jika ada kesalahan. Indonesia dan Malaysia adalah negara yang berdekatan kita semua berpijak satu pijakan yaitu BUMI. Jangan sampai ada pertengkaran!
Sumber: - www.tribunnews.com/mobile/index.php/2010/12/21/sinar-laser-pendukung-timnas-ganggu-kiper-malaysia
- m.youtube.com/watch?desktop_uri=http%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3Dv6GMwy44jUE&v=v6GMwy44jUE&gl=US
- m.youtube.com/watch?gl=US&client=mv-google&hl=en-GB&v=2TTnFzpRluc&fulldescription=1
Sumber: - www.tribunnews.com/mobile/index.php/2010/12/21/sinar-laser-pendukung-timnas-ganggu-kiper-malaysia
- m.youtube.com/watch?desktop_uri=http%3A%2F%2Fwww.youtube.com%2Fwatch%3Fv%3Dv6GMwy44jUE&v=v6GMwy44jUE&gl=US
- m.youtube.com/watch?gl=US&client=mv-google&hl=en-GB&v=2TTnFzpRluc&fulldescription=1
Pagi ini tak seramai pagi kemarin. Karena pagi ini hari pertama liburan sekolah. Di jalanan tak ada motor yang dikendarai oleh baju putih. Di angkutan umum pun sama halnya. Bagi anak kos, saat liburan adalah saatnya kembali bertemu dengan keluarga tercinta. Kembali mencicipi hidangan sang bunda yang selalu dinanti. Dua minggu bukan waktu yang lama. Pasti rindu itu akan kembali datang. Bagi saya liburan ini akan diahbiskan dengan tugas Bahasa Inggris. Tugasnya itu berupa film. Jadi, pada saat liburan saya akan dihadapi script drama. Itu pun dilaksanakan pada minggu kedua.
Perkiraan saya, minggu pertama akan sangat membosankan. Bakalan hardolin terus. Saya pun akan berjibaku dengan PS saja atau netting. Sorenya nonton televisi. Aaaah...tidak produktif. Bagusnya sih kegiatannya seperti:
1. Belajar
Bagus buat nambah ilmu. Tetapi, pada saat belajar perang batin akan berlangsung. Antara nonton televisi atau belajar.
2. Membaca
Kalau belajar agak sulit, membaca juga bisa dijadikan pilihan kedua. Karena membaca bisa sambil menonton. Walaupun akan kurang konsentrai. Wah, baru keingetan buku punya guru belum dikembalikan. Maaf ya pak. Hehehe
3. Jalan-jalan
Wah, ini nih yang paling mengasyikan. Bisa menghilangkan stres di kepala.
4. Olahraga
Ini juga menyenangkan. Lumayan bisa keluar keringat. Futsal bisa dijadikan opsi pertama. Karena sekarang futsal sudah menjadi olahraga yang digandrungi oleh semua orang.
5. Bantu orang tua
Nah ini nih yang wajib dilakukan. Hehe
Jadikan liburan ini menjadi menyenangkan. Jangan cuma tiduran saja ya!!
Perkiraan saya, minggu pertama akan sangat membosankan. Bakalan hardolin terus. Saya pun akan berjibaku dengan PS saja atau netting. Sorenya nonton televisi. Aaaah...tidak produktif. Bagusnya sih kegiatannya seperti:
1. Belajar
Bagus buat nambah ilmu. Tetapi, pada saat belajar perang batin akan berlangsung. Antara nonton televisi atau belajar.
2. Membaca
Kalau belajar agak sulit, membaca juga bisa dijadikan pilihan kedua. Karena membaca bisa sambil menonton. Walaupun akan kurang konsentrai. Wah, baru keingetan buku punya guru belum dikembalikan. Maaf ya pak. Hehehe
3. Jalan-jalan
Wah, ini nih yang paling mengasyikan. Bisa menghilangkan stres di kepala.
4. Olahraga
Ini juga menyenangkan. Lumayan bisa keluar keringat. Futsal bisa dijadikan opsi pertama. Karena sekarang futsal sudah menjadi olahraga yang digandrungi oleh semua orang.
5. Bantu orang tua
Nah ini nih yang wajib dilakukan. Hehe
Jadikan liburan ini menjadi menyenangkan. Jangan cuma tiduran saja ya!!
Setelah beberapa hari UAS Ujian Akhir Semester, remedial membayangi kehidupan siswa yang merasa tidak yakin akan hasil ujiannya (termasuk saya -.-). Terkadang kita menyesal tidak belajar dengan serius. Banyak sekali waktu yang kita buang untuk santai-santai. Padahal kita bisa gunakan untuk belajar. Apalagi UAN nanti pelajaran Pendidikan Agama dimasukkan. Mungkin kita merasa plong ketika kita sudah menyelesaikan ujian. Tetapi, ya....tetap saja masih ada yang mengganjal. Saat ini, saya mendapatkan banyak tugas pengganti remedial dan tugas untuk menambah nilai. Mulai dari tugas fisika sampai tugas KTI. Dari tugas yang ditulis tangan sampai powerpoint. Ya... saya sedikit meluangkan waktu untuk blogging. Buat menghilangkan sedikit beban dari realita kehidupan. Oh iya, saya juga telah melewati tes TOEFL mudah-mudahan hasilnya memuaskan. Soal-soalnya bikin keringat dingin. Untungnya ada AC jadi ga keluar keringat dinginnya, hehehe. Saya juga sedang mencari-cari materi dan sumber untuk membuat powerpoint KTI dan esai. Waduh, saking banyaknya tugas saya sempat ngambek di kelas. Bahkan teman saya berkomentar tentang tugas yang diberikan oleh guru. Bagi saya ambil hikmahnya aja. Hidup jangan diambil pusing.
Sebentar lagi kita akan melaksanakan ulangan umum semester satu. Hari pertamanya tergantung sekolah yang mengadakannya. Di sekolah saya sih hari Rabu mulainya. Jadi, masih ada waktu buat siap-siap dan SKSnya (Sistem Kebut Semalam). Bagi siswa yang ikut les agar cepat meminta tambahan materi yang belum kita kuasai penuh. Kalau tidak, kita akan menyesal. Kalau ga sempat, dengan teman juga gak apa-apa. Tetapi, tanya sama yang bisa dan dipercaya biar ngerti.
Bagi siswa yang sudah kelas XII atau XI, belajarlah yang rajin (termasuk saya)! Jangan sampai kita niron atau menyontek pada teman. Ingatlah teman, itu adalah perbuatan tidak terpuji dan curang. Sia-sia kita belajar dengan keras di rumah dan di sekolah, tetapi ujung-ujungnya nyontek. Biasakanlah jangan menyontek untuk persiapan Ujian Akhir Nasional. Karena, itulah yang masa dimana kita mempertaruhkan kelulusan kita. Walaupun UAS dan Ujian Praktek menjadi syarat untuk kelulusan juga.
Saya akan berusaha memberi tips agar kita belajar lebih serius :
1. Jauhi handphone
Kehidupan kita tak lepas dari handphone. Mulai dari SMS sampai internetan handphone kita lah yang digunakan. Kita seringkali lupa waktu untuk belajar dan ibadah gara-gara keasyikan SMSan dan internetan. Nah, kita tak boleh seperti itu. Kita harus membagi waktu kapan kita SMSan dan internetan. Syukur-syukur selama Ujian berlangsung kita tak mendekati handphone sedikitpun. Gunakan handphone seperlunya. Bagi yang punya pacar agar distop dulu pacarannya. Anggap pacar adalah musuh pada saat ujian (wuih kejam sekali........).
2. Latihan soal
Latihan soal bisa membantu kita lebih paham materi yang kita pelajari. Ga lucu kan kalau kita belajar matematika cuma membaca saja?
3. Kurangi menonton TV
Biasakan jangan menonton TV terlalu lama. Karena, itu bisa membuat kita malas untuk belajar.
4. Makan dan Istirahat
Ini juga hal yang penting bagi kita agar kita belajar lebih optimal. Jika kita kelelahan pada saat belajar, berhentilah sebentar. Karena itu bisa mengganggu konsentrasi belajar kita. Jangan terlalu memaksakan diri, bisa-bisa kita malah ngeblank pada saat ujian berlangsung.
Nah, saya do'akan bagi siswa yang akan ujian agar lulus, tidak diremidial, dan mendapat nilai diatas KKM (do'akan saya juga ya :D). Mari belajar lebih serius demi masa depan yang lebih baik. Biasakanlah yang benar, jangan membenarkan kebiasaan.
Saya akan berusaha memberi tips agar kita belajar lebih serius :
1. Jauhi handphone
Kehidupan kita tak lepas dari handphone. Mulai dari SMS sampai internetan handphone kita lah yang digunakan. Kita seringkali lupa waktu untuk belajar dan ibadah gara-gara keasyikan SMSan dan internetan. Nah, kita tak boleh seperti itu. Kita harus membagi waktu kapan kita SMSan dan internetan. Syukur-syukur selama Ujian berlangsung kita tak mendekati handphone sedikitpun. Gunakan handphone seperlunya. Bagi yang punya pacar agar distop dulu pacarannya. Anggap pacar adalah musuh pada saat ujian (wuih kejam sekali........).
2. Latihan soal
Latihan soal bisa membantu kita lebih paham materi yang kita pelajari. Ga lucu kan kalau kita belajar matematika cuma membaca saja?
3. Kurangi menonton TV
Biasakan jangan menonton TV terlalu lama. Karena, itu bisa membuat kita malas untuk belajar.
4. Makan dan Istirahat
Ini juga hal yang penting bagi kita agar kita belajar lebih optimal. Jika kita kelelahan pada saat belajar, berhentilah sebentar. Karena itu bisa mengganggu konsentrasi belajar kita. Jangan terlalu memaksakan diri, bisa-bisa kita malah ngeblank pada saat ujian berlangsung.
Nah, saya do'akan bagi siswa yang akan ujian agar lulus, tidak diremidial, dan mendapat nilai diatas KKM (do'akan saya juga ya :D). Mari belajar lebih serius demi masa depan yang lebih baik. Biasakanlah yang benar, jangan membenarkan kebiasaan.